Beberapa hari lalu, Bapak Boss came to me. Lucu deh… ngomong bisik-bisik kayak maling yang ketakutan ke-gap. Aku kira dia mau pecat aku. Hahahaha. Tapi yang terjadi adalah, dia nanya satu pertanyaan: "Situ mau gak handle kantor yang Singapore sekalian? Tapi kerjaanmu disini tetep".
Response pertama ku adalah bengong. Aku bilang sama dia ya udah, aku bisa coba. Eh terus dia nyengir dan cuuusss pergi ke erpot karena dia mau pergi meeting di Singapore.
Masih ngambang-ngambang gak ngerti apa yang Bapak Boss omongin, aku telepon Mumsky. Aku bilang ama Mumsky kayaknya aku bakal sering ke S'pore karena disuruh handle kantor S'pore juga, eh terus si Mumsky yang heboh congratulating me and gak berenti-berenti bilang alhamdulillah. Maaaan ~ sumpah waktu itu aku bingung banget. Yang aku rasain waktu itu adalah: ini si Emak kenapa anaknya ditambahin kerjaan dia malah girang? Udah gak sayang lagi nih kayaknyaaaaa…
Eh, terus pas lagi bobo siang di kantor, Bapak Boss kirim text message. Isinya bilang thanks karena aku udah mau terima tantangan dia, dan aku officially part of Singapore team tapi masih jadi bagian dari Indonesia team juga. Dan dia mention juga kalau ada kenaikan gaji 30% per bulan depan karena aku join di team S'pore. Hahaha. Baru deh ngeh kalau bisa dibilang ini part of promotion. Yay!! Talk to me in money language then I understand that me doing another country team's work is a very good thing. Hahaha.
International exposure, new challenges, new experiences to be gained… and a lil more money to be saved for my Vera Wang wedding dress. No wonder Mumsky said Alhamdulillah. It's a good thing, really. Can't thank God (and Boss) enough for this ^^
Until then,
Vee
Rabu, 15 Januari 2014
Is it a promotion?
Senin, 13 Januari 2014
Blitz Megaplex 4DX3D Theater
So ~ last weekend… entah setan mana yang merasuki otak saya sehingga saya mengundang the bontot of the family untuk nginep di tempatku. Big mistake! Bukannya nyesel sih, cuma agak sedih aja tiap liat kartu ATM di dalam dompet sejak kedatangan adikku yang paling kecil itu ke tempatku.
Adikku yang umur 11 tahun itu adalah versi lelaki dari adik perempuanku yang dokter. Mulai dari face feature yang serupa (idung gede, muka lebar), dan hobby nya pun sama: gak bisa liat Kakak nya happy dan demennya malakin Kakak nya. Satu weekend kemarin, saya wanita karier terhormat dengan posisi cukup baik di kantor (apart of diomongin mulu sama subordinates yang sirik), terpaksa menjadi babu dan kacung seorang anak umur 11 taun yang paling susah disuruh pake baju kalau tidur *sighs* I was happy siiiih, yah tapi itu… again… saya sedih liat ATM di dompet sekarang.
Agak sedikit susah entertain adikku itu, berhubung seleranya yang agak aneh. Kadang ada satu hal yang kita bilang bagus, tapi dia bilang itu flop banget. Ada satu hal yang kita bilang ridiculously jelek, tapi dia bilang that was extremely great. Bingung lah bagaimana to keep that lil man happy karena kalau dia udah sulking ~ mending disuruh bungee jumping dari gedung BNI 46 deh.
Sempat kehabisan ide mau ajak dia main kemana, sampai aku dengar ada theater 4DX3D baru di Indonesia dan adanya di Blitz Megaplex Grand Indonesia. The theater is a brand new experience dalam menonton film karena instead of cuma nonton, kita juga bisa rasakan guncangan; hempasan angin; cipratan air; bahkan mencium aroma nya pada saat kita menonton film itu. Jadi kita serasa kayak ada didalam film itu sendiri. Ada versi 3D, ada juga versi 2D nya. Kebetulan kemarin hari Sabtu film yang ditayangkan adalah The Hobbits: The Desolation of Smaug dan versi yang tersedia adalah versi 3D.
Theater macam ini sebetulnya sudah ada di Korea, even waktu sebelum aku balik ke Indonesia. Cuma disana aku gak pernah cobain 4XD ini, jadi it was my first experience juga nyobain 4XD.
Demi alasan privacy, anak ini tidak bersedia wajahnya ditampilkan. Katanya dia belum siap mental jadi orang ngetop.
Pilih duduk di Row D karena memang gak terlalu banyak row di dalam theater ini. Lupa sih to be exact berapa row yang ada didalam.
Theater nya diberi tanda khusus, dijamin gak akan nyasar waktu cari studio 4DX ini. Lagian cuma ada satu sih theater 4DX ini di Blitz Megaplex Grand Indonesia ini. Hehe.
Inside the theatre. The chair was quite comfy dan empuk. I thought it'd be like in Universal Studio, kursi nya udah kayak tempe goreng basi 10 hari aka keras banget.
Sebelum duduk, anak kecil ini sempet heboh liat-liatin kursi nya sampai ke kolong. Dia belum percaya kalau kursi nya bisa goyang-goyang. Hahaha.
The view from our seat. Walaupun di row D, not bad kan? Hehe. Yang nonton cuma aku, adikku, dan sepasang bule Prancis (yang di SKSD-in sama adikku). Sedikit? Ya iyalah… orang kita nontonnya first show yang jam 10 pagi. Orang waras mana yang udah bangun dan nongkrong di mall pada hari Sabtu jam segitu?????
Sebelum pertunjukkan dimulai, ada semacam MC dadakan dari Blitz Megaplex yang menerangkan tentang tekhnologi 4DX ini. Tenaaaaang ~ dia gak jelasin tentang bagaimana cara merakit kursi yang kita dudukin sehingga kursi itu bisa goyang-goyang. Dia cuma bilang kalau nanti di film kita akan ngerasain semua sensasi yang bisa dirasakan oleh hampir semua indera perasa kita. Adikku protes waktu si mas MC bilang: Tolong yang bawa anak kecil dijagain ya. Adikku dengan lantang dan keras bilang: I'm not a little boy anymore!. Yeah, right…. hahaha.
Adikku yang umur 11 tahun itu adalah versi lelaki dari adik perempuanku yang dokter. Mulai dari face feature yang serupa (idung gede, muka lebar), dan hobby nya pun sama: gak bisa liat Kakak nya happy dan demennya malakin Kakak nya. Satu weekend kemarin, saya wanita karier terhormat dengan posisi cukup baik di kantor (apart of diomongin mulu sama subordinates yang sirik), terpaksa menjadi babu dan kacung seorang anak umur 11 taun yang paling susah disuruh pake baju kalau tidur *sighs* I was happy siiiih, yah tapi itu… again… saya sedih liat ATM di dompet sekarang.
Agak sedikit susah entertain adikku itu, berhubung seleranya yang agak aneh. Kadang ada satu hal yang kita bilang bagus, tapi dia bilang itu flop banget. Ada satu hal yang kita bilang ridiculously jelek, tapi dia bilang that was extremely great. Bingung lah bagaimana to keep that lil man happy karena kalau dia udah sulking ~ mending disuruh bungee jumping dari gedung BNI 46 deh.
Sempat kehabisan ide mau ajak dia main kemana, sampai aku dengar ada theater 4DX3D baru di Indonesia dan adanya di Blitz Megaplex Grand Indonesia. The theater is a brand new experience dalam menonton film karena instead of cuma nonton, kita juga bisa rasakan guncangan; hempasan angin; cipratan air; bahkan mencium aroma nya pada saat kita menonton film itu. Jadi kita serasa kayak ada didalam film itu sendiri. Ada versi 3D, ada juga versi 2D nya. Kebetulan kemarin hari Sabtu film yang ditayangkan adalah The Hobbits: The Desolation of Smaug dan versi yang tersedia adalah versi 3D.
Theater macam ini sebetulnya sudah ada di Korea, even waktu sebelum aku balik ke Indonesia. Cuma disana aku gak pernah cobain 4XD ini, jadi it was my first experience juga nyobain 4XD.
Demi alasan privacy, anak ini tidak bersedia wajahnya ditampilkan. Katanya dia belum siap mental jadi orang ngetop.
Harga tiket nya pas weekend adalah IDR 150.000 / person untuk yang 3D dan IDR 140.000 / person untuk yang 2D (kalau gak salah info). Hampir sama kayak tiket per bed nya Velvet Class di Blitz Megaplex.
Adikku tadi nya skeptical, karena dia gak ngerti film The Hobbit. Tapi aku assure dia dengan bilang kalau dia akan dapatkan sensasi yang sama dengan nonton wahana Shrek di Universal Studio. Only kan waktu itu di wahana Shrek dia cuma nonton selama 10 menit-an. Nah, sekarang nonton The Hobbit 3 jam lebih dia bisa rasakan sensasi seperti itu. Langsung deh si anak kecil itu semangat lagi.
Theater nya diberi tanda khusus, dijamin gak akan nyasar waktu cari studio 4DX ini. Lagian cuma ada satu sih theater 4DX ini di Blitz Megaplex Grand Indonesia ini. Hehe.
Inside the theatre. The chair was quite comfy dan empuk. I thought it'd be like in Universal Studio, kursi nya udah kayak tempe goreng basi 10 hari aka keras banget.
Sebelum duduk, anak kecil ini sempet heboh liat-liatin kursi nya sampai ke kolong. Dia belum percaya kalau kursi nya bisa goyang-goyang. Hahaha.
The view from our seat. Walaupun di row D, not bad kan? Hehe. Yang nonton cuma aku, adikku, dan sepasang bule Prancis (yang di SKSD-in sama adikku). Sedikit? Ya iyalah… orang kita nontonnya first show yang jam 10 pagi. Orang waras mana yang udah bangun dan nongkrong di mall pada hari Sabtu jam segitu?????
Sebelum pertunjukkan dimulai, ada semacam MC dadakan dari Blitz Megaplex yang menerangkan tentang tekhnologi 4DX ini. Tenaaaaang ~ dia gak jelasin tentang bagaimana cara merakit kursi yang kita dudukin sehingga kursi itu bisa goyang-goyang. Dia cuma bilang kalau nanti di film kita akan ngerasain semua sensasi yang bisa dirasakan oleh hampir semua indera perasa kita. Adikku protes waktu si mas MC bilang: Tolong yang bawa anak kecil dijagain ya. Adikku dengan lantang dan keras bilang: I'm not a little boy anymore!. Yeah, right…. hahaha.
Jeng jeng… ini dia penampakan kami berdua setelah si mas MC dadakan bilang: Enjoy the movie! Udah siap dengan kacamata 3D yang lumayan kece. Hehe.
The experience selama the movie… oke banget. Gak nyesel. Bahkan si kritikus paling rese aka adikku gak mengeluh. Efek 3D nya luar biasa oke. Berapa kali selama film adikku mengulurkan tangannya karena dia mau tangkap kupu-kupu katanya. Dan beberapa kali dia lepas kaca mata karena dia takut sama lebah yang dia sangka mau menyengat dia. Hahaha.
Sound nya juga not bad. Paling suka memang sama efek angin; thunder; dan scent nya. Waktu Bilbo lagi memanjat pohon, kecium aja dong aroma daun khas spring gitu. Keren banget pokoknya.
At the end, walaupun adikku gak ngerti sama film nya, he's well entertained by the 4DX3D sensation. Udah bilang kalau ada film baru lagi, dia harus pergi nonton. Baiklaaaah, dek. Your wish is my command.
Btw, kalau mau info lebih lanjut tenang 4DX3D ini, check langsung website nya Blitz Megaplex di http://www.blitzmegaplex.com
We were happy siblings sampai film nya selesai. Adik senang, Kakak berpikir: Alhamdulillah, murah kali ini menghibur dia. Masalah dimulai waktu pas mau makan, mampir ke Apple Store dan anak kecil itu ngambek gak mau jalan kalau gak dibeliin iPad mini. Terpaksa deh… beli juga iPad mini setelah dia bilang kaki nya kayak dipaku di Apple Store itu *nangis darah*
Ummm…. kira-kira, Blitz Megaplex ada rencana gak sih buka auditoriums yang gak gabung sama shopping mall? At least, shopping mall yang barang-barangnya dibawah 1 juta deh harganya. That'd be very much appreciated. Hehe.
Bonus photo si anak kecil yang heboh karaoke-an lagu "Let It Go" dari Frozen. Untung masih pagi, jadi gak malu-malu banget bawa anak kecil yang suara nya sember tapi super pede ambil nada falset pas nyanyi. Hahaha.
Until then,
Vee
Sabtu, 11 Januari 2014
It's 2014!
Udah 11 hari tapi masih aja suka lupa nulis 2013 instead of 2014 setiap kali tanda tangan. Dan parahnya…. udah 11 hari dan aku sudah melupakan resolusi 2014 ku. Hahaha. I don't know if 2014 is gonna be good or not, rencananya mau pakai tekhnik pasrah aja taun ini :-D How about you guys?
Tapi one thing for sure, at least 2014 ini aku akan lebih memperhatikan blog ini. Percuma bikin blog therapy tapi gak ada isinya, gak sembuh-sembuh gila ku nanti. Hahaha.
So, expect some other writing from me in the future ~
Until then,
Vee
Selasa, 10 Desember 2013
When me start to becoming my boss...
![]() |
| Jadi agak depresi karena sekarang saya kayak Bapak Boss |
Aku gak pernah sadar kalau aku mulai berubah seperti Bapak Boss, walaupun udah sekitar 2000 orang bilang demikian. Aku gak pernah ngeh kalau aku mulai seperti Bapak Boss pada saat team mates aku ngomongin aku behind my back *curcol*. Baru sadar dan ngeh kalau aku semakin serupa dengan Bapak Boss dalam hal tingkah laku pada saat weekend kemarin pergi potong rambut.
Aku pergi potong rambut ke salon danseperti biasa, sebelum dimulai ritual potong rambut, si appointed stylist akan nanya ini itu ke aku supaya dia bisa create satu look yang memang sesuai keinginan kita. Ibaratkan saja proses ini adalah proses brief dari client ke agency yang akan membantu mewujudkan objective si client pada satu project tertentu.
Pada saat proses yang harus nya intim dan hangat dengan si stylist, aku malah acted like a cold biatch dengan mentahin semua ide si mbak stylist. Dia kasih suggest ini, aku bilang terlalu casual. Dia kasih suggest itu, aku bilang terlalu common. It slipped out of my mouth when I told her: "Think out of the box dong, Mbak. I wanna be different…". She was so shocked, and honestly… so was I.
At that very second, aku baru menyadari bahwa perlahan tapi pasti saya sudah berubah menjadi versi perempuan dari Bapak Boss!
Gak berenti sampai disitu sih. Belum hilang shock ku karena menyadari kalau I have started to become like my Boss, ada staff dari salon yang akan cuci rambut aku. Dia analisa rambut aku untuk menentukan jenis shampoo dan treatment yang paling cocok dengan kondisi kulit kepala aku. Setelah pegang-pegang kepalaku dan tanya-tanya beberapa pertanyaan, dia akhirnya memberikan diagnosa nya. Dia kasih jenis shampoo yang akan dipakai and conditioner mana yang akan dipakaikan ke aku.
Instead of bilang yes, yang aku lakukan adalah: "Rambut saya gak berminyak yang kayak Mas bilang kok, coba deh dianalisa lagi. Apa buktinya Mas bilang rambut saya berminyak?". Si staff yang bertugas mencuci rambut itu pun kembali menjelaskan dari awal dan dia harus melakukan beberapa demonstrasi yang memang menunjukkan kulit kepalaku memang berminyak. Setelah itu, aku baru percaya dan nyerah sama suggest si Mas nya untuk menggunakan shampoo dan conditioner yang dia sarankan.
It takes less than a year spending at least 10 hours a day with him to become like him! Apa kabar akuuuuu pas nanti tepat setahun jadi kacung dia? Huhuhuhu. Ada sisi baiknya memang, tapi semoga ndak banyak yang benci aku since I can feel like each day I become more like him…
Baiklah… aku mau meratapi nasib dulu. Until then…
Vee
Sabtu, 07 Desember 2013
First Impression: YSL Forever Youth Liberator Cleansing Foam
Ada yang sudah familiar dengan rangkaian produk dari seri Forever Youth Liberator nya YSL? Well, sini sini merapaaaat… aku ada sedikit cerita tentang salah satu rangkaian produk YSL ini. Jadi, Forever Youth Liberator adalah rangkaian produk anti ageing andalan dari YSL dan sangat cocok untuk pengguna yang main objective nya adalah untuk mendapatkan kulit yang terlihat muda dan bersinar. Di rangkaian produk ini terdapat berbagai macam produk seperti serum, eye cream, lotion (more like toner sih), cleansing foam, etc.
Last week kebetulan ada kesempatan mampir di counter nya YSL dan lihat-lihat lagi. Dari rumah sudah menetapkan hati bahwa saya harus beli Touche Eclat. Namun apa day, manusia hanya bisa berusaha tapi Tuhan yang menentukan. Touche Eclat nya ndak kebeli tapi malah beli yang lain-lainnya. Salah satunya adalah si Forever Youth Liberator Cleansing Foam ini.
Bukan review, tapi baru first impression. Soalnya aku beli ini atas rekomendasi Mumsky dan produknya belum dipakai karena masih ngabisin cleansing foam yang lama. Kalau mau minta review, silahkan hubungi Mama saya tercinta, karena beliau yang sudah menahun pakai produk ini.
Kemasan tube 150 ml. Huuuuge dan based on Mumsky's experience, ini kalau dipakai sehari 2 kali untuk membersihkan wajah, bisa habis dalam waktu kurang lebih 90 hari. Kalau ada yang males membersihkan muka pakai cleansing foam, bisa lebih awet lagi malahan. Apalagi kalau gak dipake, sampai kadaluarsa juga gak akan habis-habis *garing jokes mode: ON*
Di packaging nya tertulis kalau foam ini di gunakan pagi dan malam hari, di apply pada daerah wajah dan leher. Mengapa wajah dan leher? Mungkin karena relate ke fungsi anti-ageing nya yang terdapat di produk ini, biar hasilnya juga terlihat nyata di leher. Gak mau kan wajah terlihat kencang tapi leher nya kendor?
Komposisi yang terkandung didalam produk ini. Seems to be okay ~ at least untuk mata awam ku. Please note ada fragrance didalam produk ini. Wanginya enaaaaak banget dan agak kuat, so bagi yang punya allergy sama fragrance, bisa dikonsultasikan dulu dengan BA yang standby selalu di counter YSL. Jangan sampai niat mau ketjeh malah jadi nista karena wajah jadi belang bentong alergi sama salah satu bahan yang terkandung didalam cleansing foam ini.
Swatch si cleansing foam di tangan. Tekstur nya mild, wanginya enaaaaaaak, dan busa nya gak banyak. I like it. Soalnya aku kurang suka cleansing foam yang kebanyakan busa, rather have banyak busa di bra supaya dada kelihatan agak berisi ;-)
Harga dari produk ini adalah IDR 580.000. Not that expensive untuk produk yang bisa last up to 90 days kalau menurutku. Bisa ditemukan di beberapa dept store yang memiliki counter YSL seperti Sogo Dept Store, Lotte, Gallery Lafayette, etc.
Overall, what I like the most about produk ini so far adalah:
1. Wanginya enyaaaaaak… gak pake bohong
2. Warna packaging ungu, lumayan memberi warna pada kamar mandi ku yang boring
3. Tekstur cleansing foam nya lembuuuut
4. Gak banyak busa
Untuk review secara keseluruhan produk ini… insha allah soon! Kalau masalah review, manusia (read: SAYA) bisa berencana namun Tuhan dan Bapak Boss yang menentukan aktualisasi nya ^^
By the way, aku ada voucher nih sebesar IDR 50.000 untuk min pembelanjaan IDR 300.000 di Skin Food. Berlaku sampan tanggal 28 Feb 2014. Cuma ada 1, kalau ada yang mau feel free to let me know ;-)
Until then…
Vee
Label:
Beauty,
Cleansing Foam,
Cosmetic,
Face,
First Impression,
YSL
Selasa, 26 November 2013
Bapak Boss oh Bapak Boss
Kenapa dirimu sangat moody?
Kenapa mood kita gak pernah matching?
Kenapa kalau saya lagi happy, kamu malah grumpy?
Kenapa oh kenapa…
Kenapa kamu selalu membuat saya insecure?
Kenapa saya selalu dibuat kayak saya banyak dosa sama kamu?
Kenapa kamu terkadang bikin saya merasa kalau saya bego banget?
Kenapa oh kenapa…
Bapak Boss…
Janganlah suka stress sendiri
Kalau kamu stress, janganlah stress itu dibagi-bagi
Bapak Boss…
Saya senang kerja
Tapi kalau kamu grumpy, saya mana bisa happy?
Bapak Boss…
Saya izin ke rooftop bukan karena sakit perut
Tapi saya depresi, karena kamu nya jarang happy
Bapak Boss…
Pagi-pagi jangan suka ketus, nanti cepat mati
Semoga kita awet jadi teammate di kantor ini
Kenapa mood kita gak pernah matching?
Kenapa kalau saya lagi happy, kamu malah grumpy?
Kenapa oh kenapa…
Kenapa kamu selalu membuat saya insecure?
Kenapa saya selalu dibuat kayak saya banyak dosa sama kamu?
Kenapa kamu terkadang bikin saya merasa kalau saya bego banget?
Kenapa oh kenapa…
Bapak Boss…
Janganlah suka stress sendiri
Kalau kamu stress, janganlah stress itu dibagi-bagi
Bapak Boss…
Saya senang kerja
Tapi kalau kamu grumpy, saya mana bisa happy?
Bapak Boss…
Saya izin ke rooftop bukan karena sakit perut
Tapi saya depresi, karena kamu nya jarang happy
Bapak Boss…
Pagi-pagi jangan suka ketus, nanti cepat mati
Semoga kita awet jadi teammate di kantor ini
Minggu, 24 November 2013
Product Review: YSL Le Teint Touche Eclat in BD50
Hari Jumat malam entah kapan tau, setelah 'mengirim' Bapak Boss pergi early dinner meeting sama temannya, aku kabur pergi begahul sama seorang teman juga. Bela-belain naik ojek biar gak telat ketemuannya, eh gak tau nya sang teman ditahan sama Bapak Boss dia di kantornya. Hahaha. Sekali nya bisa kabur dari Bapak Boss sendiri, bermasalah sama Bapak Boss nya orang :-D
So, sesi begahul waktu itu adalah untuk meluruskan niat saya untuk jadi kece. These past few months, karena sibuknya bego, aku jadi dzalim sama diri sendiri. Gak pernah lagi merawat tubuh dan hampir gak pernah dandan seperti dahulu kala. Dari sebelum puasa, udah ada niat mau merawat tubuh lagi tapi belum juga kesampaian. Sampai akhirnya kemarin lalu aku naksir orang, eh gak taunya pas ngajak orang itu janji ketemuan dibalasnya dengan kata-kata: "Tapi aku mau pergi pacaran dulu…". Langsung bulat tekad ku untuk jadi cakep biar itu laki nyesel setengah mati pacaran sama pacarnya yang sekarang.
Perawatan sedang berlangsung, sekarang tinggal butuh cosmetic untuk boost up hasil perawatan kulit, atau tepatnya menutupi hasil perawatan kulit yang belum maksimal. Jadi hari Jumat kemarin memang rencananya mau belanja cosmetic. Udah bulat tekad mau belanja, tapi sampai di counter YSL Gallery Lafayette, bingung mau beli apa. Maunya beli blush on, disuruhnya sama temanku beli foundation, tapi aku jadi ngiler sama Touche Eclat nya. Haha.
Akhirnya, aku beli foundation nya YSL yang Le Teint Touche Eclat. Shade yang disarankan oleh mbak BA nya adalah Beige Dore 50 aka BD50. Sebelum memutuskan untuk beli foundie nya, sempat di make over dulu sama mbak BA nya dan nyobain beberapa rangkaian produk YSL lainnya yang bikin hati juga dompet galau karena aku jadi pengen beli semuanya :-D
Menurut Mbak BA nya, foundation ini 39% kandungannya adalah air. Jadi bisa bikin wajah tetap hydrated dan kalau dipakai dijamin gak cakey. Proven! Teksturnya memang ringan banget, sesuai kata si mbak BA, it feels like second skin. Mau dipakai sedikit agak kebanyakan (karena pumping out foundie nya sambil setengah merem, karena sayang akhirnya 3 pump semua dioles ke muka) juga gak bikin kayak ondel-ondel. Oh iya, Le Teint Touche Eclat ini juga ber-SPF lho. Walaupun cuma 19 SPF nya. Hehe.
Sebelah kiri without foundation, sebelah kanan with foundation. Coverage nya okay, gak sticky pula, dan tekstur nya ringan setelah diaplikasikan.
So many things I like about this foundation, kalau di list down, kira-kira list nya akan begini:
YSL La Teint Touche Eclat in BD50. Ini sempet bermasalah sama box nya waktu mau di photo-photo. Aku nya oon gak bisa pake DSLR dan susah atur flash, etc… akhirnya cahaya selalu memantul dari box foundation ini yang super glossy ini. Hehehe.
Packaging nya kece. Enak dibawa-bawa kemana-mana karena simple dan slim, gak makan banyak tempat kalau ditaro di make up pouch.
Pump! My fave kind of packaging when it comes to liquid foundation becoz aku gak pinter kalau pakai foundie yang liquid tapi packaging nya gak pump kayak gini. Bukan apaaa… bikin borooooos. Huhuhu. Kalau pakai pump kayak gini, udah bisa menakar sendiri. Satu pump, cukup buat bikin cakep 1 muka ^^
Sebelah kiri without foundation, sebelah kanan with foundation. Coverage nya okay, gak sticky pula, dan tekstur nya ringan setelah diaplikasikan.
So many things I like about this foundation, kalau di list down, kira-kira list nya akan begini:
- Tekstur ringan, it does feel like the second skin
- Coverage nya kece
- Pump packning nya… a boros lady saviour!
- Staying power nya okay, apalagi kalau setelah pakai foundation ini langsung pakai loose powder lagi. 6 jam tanpa touch up, masih keliatan cukup okay.
- Dewy finish which I kinda like
- The smell is good
What I don't like? Gimme another night. So far, I don't have any problems with this foundation. I will stick to this foundation until I find a better one.
By the way, kalau gak salah harga foundation ini IDR 585.000. Totally worth the price ^^ I'm a happy girl! Terdapat 17 different shades yang bisa dicoba di counter YSL sebelum kita tentukan shade mana yang tepat.
Until then,
Vee
Langganan:
Postingan (Atom)













