Tampilkan postingan dengan label Office Life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Office Life. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Februari 2014

Semakin hari, semakin gila

So, kayaknya selama aku di Singapore, boleh ya curhat tiap hari? Ini curiga ya aku bakalan gila beneran dan langsung check in di rumah sakit jiwa begitu sampai di Jakarta.

Jadi begini saudara-saudara, sebetulnya aku cuma merencanakan tinggal di Singapore sampai hari Minggu besok… tapi guess what? Saya harus tinggal lebih lama di negara residence nya Merlion ini. Well, Bapak Boss sih gak secara langsung nyuruh aku tinggal lebih lama disini… tetapi, dengan perkataan dia yang nyuruh aku bilang "Go to hell!!!!" ke agency yang tadi nya mau kerja sama dengan perusahaan kita, udah pasti ini sih bakal extend lama banget. Dua minggu Sepuluh hari lagi mau launching, kagak punya agency partner, terusnya undangan buat media yang akan di bawa ke acara launching belum jelas karena ndak tau media mana yang mau diundang. Mateng kepala...

Sumpah, lumayan stress aku… ada beberapa faktor yang bikin stress nya kali ini agak unyu-unyu gimanaaaaa gitchu:
  1.  Di Jakarta lagi running massive campaign. Gak tenang ninggalin sama subordinates, ngeri ada crisis dan gak bisa langsung ke handle
  2. Next week ada community activity, agak massive juga and invest gede disitu. Hati was was selalu kalau inget materi belum 100% finished
  3. Saya ndak kenal satupun media dari genre yang diinginkan Bapak Boss di Singapore!!! Cuma punya waktu 1 weekend untuk approach mereka dan atur meeting dengan Bapak Boss Botak (I will introduce you later to him later) supaya dia bisa undang mereka personally ke acara launch kita
  4. Aku cuma bawa baju 4 set, which means pakaian itu cuma bisa bertahan sampai Minggu siang!
  5. Stok celana dalam ku cuma bisa bertahan sampai hari Minggu!!!!!!
  6. Ini Singapore, Jendral! Duit gaji saya satu bulan bisa abis sekejab disini, bisa kagak jadi nonton Il Divo bulan depan akunyaaaaaaaaa!!! 
Untuk point no 6 sih masih bisa diatur, selama kagak ada meeting di mall atau tempat dimana aku bisa ngiler sama tas, dompet, sepatu, dan perfume. Karena dari kemarin kerja heboh, aku lumayan hemat. Baru keluar duit 7 SGD buat beli minum di 7-Eleven. Haha.

Hari ini anaknya CEO datang, bersama wanita yang diaku istri oleh Bapak Boss Botak. Entertain satu anak kecil dan satu wanita dewasa… masha oloh. Mending kerja rodi di kantor sampai pagi!

Alhamdulillah nya, besok bisa libur sejenak. Mau nonton bioskop sama calon mantan selingkuhan… walaupun sebetulnya masih dalam context kerja karena nonton bioskop nya dalam rangka analisa placement apa yang kita bisa lakukan didalam bioskop *nangis darah*

Ya sudahlah, sampai nanti semuanyaaaa…

Vee

Rabu, 15 Januari 2014

Is it a promotion?

Beberapa hari lalu, Bapak Boss came to me. Lucu deh… ngomong bisik-bisik kayak maling yang ketakutan ke-gap. Aku kira dia mau pecat aku. Hahahaha. Tapi yang terjadi adalah, dia nanya satu pertanyaan: "Situ mau gak handle kantor yang Singapore sekalian? Tapi kerjaanmu disini tetep".

Response pertama ku adalah bengong. Aku bilang sama dia ya udah, aku bisa coba. Eh terus dia nyengir dan cuuusss pergi ke erpot karena dia mau pergi meeting di Singapore.

Masih ngambang-ngambang gak ngerti apa yang Bapak Boss omongin, aku telepon Mumsky. Aku bilang ama Mumsky kayaknya aku bakal sering ke S'pore karena disuruh handle kantor S'pore juga, eh terus si Mumsky yang heboh congratulating me and gak berenti-berenti bilang alhamdulillah. Maaaan ~ sumpah waktu itu aku bingung banget. Yang aku rasain waktu itu adalah: ini si Emak kenapa anaknya ditambahin kerjaan dia malah girang? Udah gak sayang lagi nih kayaknyaaaaa…

Eh, terus pas lagi bobo siang di kantor, Bapak Boss kirim text message. Isinya bilang thanks karena aku udah mau terima tantangan dia, dan aku officially part of Singapore team tapi masih jadi bagian dari Indonesia team juga. Dan dia mention juga kalau ada kenaikan gaji 30% per bulan depan karena aku join di team S'pore. Hahaha. Baru deh ngeh kalau bisa dibilang ini part of promotion. Yay!! Talk to me in money language then I understand that me doing another country team's work is a very good thing. Hahaha.

International exposure, new challenges, new experiences to be gained… and a lil more money to be saved for my Vera Wang wedding dress. No wonder Mumsky said Alhamdulillah. It's a good thing, really. Can't thank God (and Boss) enough for this ^^

Until then,

Vee

Selasa, 10 Desember 2013

When me start to becoming my boss...

Jadi agak depresi karena sekarang saya kayak Bapak Boss
A quick writing tentang bagaimana teori bahwa kita bisa menyerupai orang whom we spend our most of the times with. Saya bisa dikategorikan sebagai bukti hidup dari teori tersebut.

Aku gak pernah sadar kalau aku mulai berubah seperti Bapak Boss, walaupun udah sekitar 2000 orang bilang demikian. Aku gak pernah ngeh kalau aku mulai seperti Bapak Boss pada saat team mates aku ngomongin aku behind my back *curcol*. Baru sadar dan ngeh kalau aku semakin serupa dengan Bapak Boss dalam hal tingkah laku pada saat weekend kemarin pergi potong rambut.

Aku pergi potong rambut ke salon danseperti biasa, sebelum dimulai ritual potong rambut, si appointed stylist akan nanya ini itu ke aku supaya dia bisa create satu look yang memang sesuai keinginan kita. Ibaratkan saja proses ini adalah proses brief dari client ke agency yang akan membantu mewujudkan objective si client pada satu project tertentu.

Pada saat proses yang harus nya intim dan hangat dengan si stylist, aku malah acted like a cold biatch dengan mentahin semua ide si mbak stylist. Dia kasih suggest ini, aku bilang terlalu casual. Dia kasih suggest itu, aku bilang terlalu common. It slipped out of my mouth when I told her: "Think out of the box dong, Mbak. I wanna be different…". She was so shocked, and honestly… so was I.

At that very second, aku baru menyadari bahwa perlahan tapi pasti saya sudah berubah menjadi versi perempuan dari Bapak Boss! 

Gak berenti sampai disitu sih. Belum hilang shock ku karena menyadari kalau I have started to become like my Boss, ada staff dari salon yang akan cuci rambut aku. Dia analisa rambut aku untuk menentukan jenis shampoo dan treatment yang paling cocok dengan kondisi kulit kepala aku. Setelah pegang-pegang kepalaku dan tanya-tanya beberapa pertanyaan, dia akhirnya memberikan diagnosa nya. Dia kasih jenis shampoo yang akan dipakai and conditioner mana yang akan dipakaikan ke aku.

Instead of bilang yes, yang aku lakukan adalah: "Rambut saya gak berminyak yang kayak Mas bilang kok, coba deh dianalisa lagi. Apa buktinya Mas bilang rambut saya berminyak?". Si staff yang bertugas mencuci rambut itu pun kembali menjelaskan dari awal dan dia harus melakukan beberapa demonstrasi yang memang menunjukkan kulit kepalaku memang berminyak. Setelah itu, aku baru percaya dan nyerah sama suggest si Mas nya untuk menggunakan shampoo dan conditioner yang dia sarankan.

It takes less than a year spending at least 10 hours a day with him to become like him! Apa kabar akuuuuu pas nanti tepat setahun jadi kacung dia? Huhuhuhu. Ada sisi baiknya memang, tapi semoga ndak banyak yang benci aku since I can feel like each day I become more like him…

Baiklah… aku mau meratapi nasib dulu. Until then…

Vee

Rabu, 13 November 2013

Bapak Boss is My New Idol ^^

Udah hampir dua minggu aku uring-uringan di kantor. Feels a little bit lost, kurang semangat kerja and I really hate that kind of feeling. Setelah sekian lama dan menimbang-nimbang dengan penuh perhitungan, akhirnya aku gak tahan juga merasakan penderitaan ini seorang diri. Udah cerita kesana-kesini ~ ke beberapa teman terdekatku, boss nya temanku, ke Mama dan Papa, ke adik-adikku… tapi entah mengapa kayak masih ada aja yang mengganjal. Belum lagi makin hari kayaknya banyak kejadian yang bikin hati cenat cenut karena kesel. Tadinya sih mikir untuk biarin aja, soalnya konon katanya kalau orang makan hati itu cepet kurusnya. Tapi pas dipikir-pikir lagi… mendingan aku pergi ke gym supaya bisa kurus daripada makan hati. Bawaannya pengen ngamuk terus di kantor.

Salah satu pesan Bapak Boss pagi ini: Just be your self and focus on the tasks you need to finish. I will keep that in mind, Pak Boss ^^

Tadi malam, seperti biasa, SMS-an sama Bapak Boss tentang kerjaan. Pas udah mau selesai ngomongin kerjaan, aku cut omongan dia. Aku tanya, dia ada waktu kah di kantor buat ngobrol sama aku. Exclusive session. Hehe. Bapak Boss kayaknya agak insecure gitu, karena jarang-jarang aku minta waktu exclusive sama dia. Soalnya biasanya tanpa minta pun aku udah sering exclusive session sama dia. Haha. Kalau lagi mau pergi ke tempat meeting atau balik ke kantor habis meeting, itu moment exclusive kita dimana kita bisa curhat-curhatan. 

Pagi tadi, akhirnya dia sendiri yang ingetin aku kalau kita berdua mau ngobrol exclusive. Tanpa basa-basi, pas kita berdua di ruang meeting, langsung semua aku keluarkan uneg-uneg. Haha. Aku muntahin semua perasaan yang nge ganjel di hati. Belum selesai aku ngomong, dia udah nebak aja dong apa yang mau aku omongin.

Session ngobrol yang dijadwalkan cuma setengah jam berubah jadi 1 jam lebih dan malah jadi si Bapak Boss yang curhat. Hahahaha. Tapi dia curhat nya relevant sama masalahku. He told me some secrets dan somehow aku legaaaaaaaa banget setelah exclusive session kita tadi pagi itu. Gak ada lagi yang mengganjal di dada, gak sesek lagi kayak pakai bra kesempitan ^^ Begitu selesai ngobrol, rasanya pengen khilaf peluk dia kenceng-kenceng dan bilang "I love you, Bapak". Tapi aku urungkan niat meluk-meluk si Bapak Boss begitu ingat istri nya dia. Haha.

Pada intinya, setelah exclusive session itu aku jadi tahu kalau I have his full support (although he didn't directly told me that) and he's the one I always can run to every time I face some problems at work. Aku juga makin menyadari, walaupun kelihatan cuek, Bapak Boss ternyata sangat perhatian dan sensitive sama lingkungannya. Buktinya ~ dia langsung tahu apa yang mau aku omongin sebelum aku selesai cerita. Well, agak curiga juga sih kalau si Tuan Muda ikut campur… secara Tuan Muda yang paling kepo di kantor dan selalu jadi manusia nomor satu yang update sama keadaan emosi ku. Hehe.

Setelah obrolan kami berdua tadi pagi, aku jadi makin semangat untuk memberikan yang terbaik demi membalas kepercayaan Bapak Boss sama aku. In the mean time until the next few moments, kayaknya aku gak akan complaint dan masih akan selalu tersenyum kalau Bapak Boss kasih request macam-macam. Hehehe. Masih dalam kondisi euphoria kagum sama kebaikan dan pengertian si Bapak Boss sama aku. 

All right then, now it's time for me to get back to work. Bapak Boss mau pergi meeting ke luar kota hari Senin nanti dan aku harus siapkan materi presentasi dia ^^

Until next time ~


Vee


Rabu, 30 Oktober 2013

Another Day, Another Laugh ^^


Gak usah ada yang bilang "I Love You". Cukup inget dan ngomong sama si Tuan Muda untuk cheer up my day ^^

Capek banget hari ini… mentally and physically tired. Seharian nungguin vendor yang lagi produksi booth kita untuk pameran. Capek ngomel karena kerja mereka lambat, tapi jadi gak enak hati karena ngomel-ngomel.

Cuma ya ~ di tengah kecapekan ini ada ajaaaa yang bikin aku ketawa. Dua orang yang paling rajin membully aku secara emosional di kantor, tidak disangka-sangka menjadi dewa penyelamatku. Mereka yang membawa hiburan gratis yang bikin aku semangat meneruskan hari.

Dimulai dari Bapak Boss yang tiba-tiba datang ke venue pameran, basah kuyup sekujur tubuh. Pas ditanya, kenapa kok bisa basah kuyup kayak anjing yang ke gap berantem? Jawaban dia adalah: Tadi nyasar pas naik taxi, jadi naik ojek dan pas ditengah jalan hujan. Gak pake basa-basi, langsung aja ketawain dia.

Beberapa jam berlalu, masih senewen gara-gara vendor… lalu datanglah si Tuan Muda. Dia rangkul-rangkul bahu sambil nanya: “Capek ya? Kasiaaaan”. Mau gak mau jadi kepancing curhat, menceritakan sama dia semua perasaan hati ku terdalam. Dia kayak orang bener, angguk-angguk kepala seakan ngerti cerita aku. Lalu belum selesai aku cerita… tiba-tiba dia berdiri dan buka t-shirt bagian belakang dia. Dia ternyata mau tunjukkin kalau dia habis di kerokin semalam karena masuk angin, tapi instead of motif tulang ikan ~ motif kerokan di punggung dia adalah angka 11. Katanya itu nomor punggung dia waktu jadi captain sepak bola di kampus. Ngakak parah… seketika lupa kalau aku lagi galau.

Agak percaya kalau aku pernah melakukan beberapa hal baik di masa lalu, karena Tuhan baik banget. Disaat aku lagi down, malah dikasih hadiah ketawaan gratis. Hari ini juga menyadarkan aku, walaupun kadang aku berantem sama Tuan Muda atau kadang sebel sampai mau bunuh diri gara-gara Bapak Boss, merekalah justru orang-orang yang sangat aku syukuri atas kehadirannya didalam kehidupan aku ^^ Haha. Jangan kasih tahu mereka ya, bisa ge-er setengah mati mereka nanti :-D

Until next story ^^


Vee

Jumat, 25 Oktober 2013

Crazy Month, Crazy Person(s)

A friend read this blog dan dia bilang: "Bagus!! Lucu! Teruskan!!". Haha. Cukup senang bahwa penderitaanku memberikan kesenangan pada orang lain. Setidaknya blog ini selain bisa untuk menjadi therapy, bisa juga menjadi ladang amal dengan memberikan hiburan. Hehe.
*Ibu Tia, Anda kan senasib sama akyuuu dalam hal 'dianiaya' oleh Boss ~ coba di share di blog juga. Lumayan, mengurangi kadar kegilaan sehari-hari. Hehe*

Nemenin Bapak Boss belanja outfit untuk event besar kantor kami.Berkali-kali bilang ke shop attendant nya kalau laki ini adalah Bapak Boss aku dan aku bukan simpenan dia :-D

Dan ngomongin tentang penderitaan... bulan ini merupakan salah satu bulan terberat dalam hidupku. Full 'dilukai' Bapak Boss secara mental. Haha. Banyak kegiatan yang harus dilakukan, waktunya mepet-mepet, dan Bapak Boss bulan ini juga jauuuh lebih grumpy dari biasanya. Perkiraanku hal tersebut dikarenakan stress berkepanjangan memikirkan bahwa di bulan ini beliau officially bertambah tua. Agak sulit menerima kenyataan kalau dirinya tidak lagi muda dan juga depresi memikirkan segala kemungkinan hal jail yang akan anak buahnya lakukan sama dia di hari ulang tahunnya :-D

Bulan ini aku juga memecahkan rekor dengan bekerja sama dengan beberapa agency untuk satu event besar perusahaan. Well ~ banyak agency dengan berbagai agency expertise didalam satu event, sudah biasa. Luar binasaaaa adalah dalam satu event, ada buanyaaaak sekali agency yang terlibat dan expertise mereka dibidang yang sama. Kalau boleh diilustrasikan: Mau cat rambut, kepala cuma satu dan cuma mau diwarnai dengan satu warna tapi dikerjakan oleh 6 orang master hair colourist di saat yang bersamaan. Mateng gak tuh? Itulah yang baru saja aku alami. Ditengah-tengah kerumunan orang pandai dibidangnya, berdebat mempertahankan idealisme masing-masing. Lumayan pengen bikin bunuh diri.

Pernah ngerasain kerja di agency... sering ngiri sama clients yang suka seenak udel request ini itu tanpa pakai mikir. Sampai-sampai dulu waktu masih kerja di agency, di tengah malam winter yang dingin sambil jalan kaki pulang ke rumah, aku pernah berdoa: Tuhaaaaan ~ aku pengen juga jadi client!!!!

Habis beli baju, nyari sepatu. Baru dua toko yang dimasukin, dia bilang:"I give up". Batal beli sepatu karena daya juang yang sangat minus!

Tuhan memang Maha Baik dan Maha Mendengar. Doaku dikabulkan saja lhoooo... setaun setelah aku berdoa pengen jadi client, aku dipertemukan dengan Tuan Muda dan Bapak Boss. Dimulailah petualanganku sebagai 'client' bersama mereka.

Tetapi, entah ada yang salah dengan diriku ini atau apa, kayaknya emang aku sudah ditakdirkan untuk selalu jadi pihak yang teraniaya... walaupun jadi client, teuteup ajaaaa cyiiiiin harus handle request Bapak Boss yang super duper macem-macem. Request nya beliau kalau udah urusan kerjaan lebih-lebih daripada client yang paling bawel. Yang paling bego adalah kalau dia udah keluar dengan ide konyol dan memaksakan agar ide nya bisa dieksekusi, tapi kalau hasilnya flop bukannya sadar kalau itu ide dari dia tapi kitanya yang dikejar-kejar dimintai pertanggung jawaban karena project gagal. Haha.

Eh eh... tapi nya sekitar dua minggu lalu aku baru merasakan lho kasih sayang tulus Bapak Boss. Haha. Di tengah puncak depresi yang aku alami, terlihat sekali kalau ternyata Bapak Boss cukup protektif sama aku sehingga suasana hati ku tetap kondusif untuk akhirnya bisa total fokus menyelesaikan project besar ini. Yah, entah alasannya karena dia juga melindungi nama baiknya dengan mengusahakan segala cara agar event berjalan lancar, atau memang dia cukup care sama subordinates nya. Either way, I was happy and I am glad that he's my boss. At that time, sekali aku ngerasa pengen teriak "I love youuuuu, Bapak" ditengah-tengah mall untuk ngasih tahu orang-orang kalau Bapak Boss ku baiiiiiik. Haha.

Sudah duluuuu ~ sudah lewat tengah malam. Mau kembali bekerja menyelesaikan beberapa hal yang tadi belum selesai di kantor. Bapak Boss lagi kurang enak badan, jadi mau jaga mood dia supaya tetap nyaman walaupun sakit dengan besok aku setor beberapa kerjaan ^^

Until then ~

Vee

Kamis, 17 Oktober 2013

Introducing: Tuan Muda

Wujud Tuan Muda saat lagi norak nemu hand sanitiser dispenser di airport Hong Kong. Abis ambil foto ini, aku kabur pura-pura gak kenal sama dia. Bikin malu norak nya

Kemarin aku udah memperkenalkan Bapak Boss, nah sekarang aku akan memperkenalkan satu manusia lagi yang merupakan partner in crime si Bapak Boss dalam mem-bully aku secara emosional saat bekerja. Sebut saja namanya Tuan Muda.

Si Tuan Muda yang memiliki nama asli dengan inisial ZF ini memperoleh julukan Tuan Muda karena kelakuannya yang sebagai berikut:

1. Hobby nya merintah orang
2. Pikirannya: semua bisa beres kalo ada duit.
3. Imajinasi nya: cewek bakal tunduk sama dia karena duit dia banyak.
4. Selalu delusional, mikir dia cowok paling cakep se Indonesia, tapi gak pede kalau di negara asalnya.
5. Kalo ngambek, gak ngomong sama seisi kantor terus gak mau kerja dan malah nonton Games of Thrones 1 season seharian.

Si Tuan Muda ini sekampung sama Bapak Boss. Dulu sebelum anak dan istri Bapak Boss tiba di Indonesia, Tuan Muda menjadi teman se apartment Bapak Boss. Nah, pernah suatu ketika apartment rame banget banyak orang sehingga Tuan Muda harus berbagi kasur sama Bapak Boss. Dia kirim SMS jam 2 pagi bilang gak bisa tidur. Hanya Tuhan yang tahu apa yang diperbuat Bapak Boss ke Tuan Muda sampai dia gak bisa tidur begitu...

Tapi walaupun Tuan Muda hobby nge bully, aku nya lumayan deket sama Tuan Muda ^^ Dia adalah orang pertama yang manggil aku untuk interview sama Bapak Boss dan dia teman makan siangku yang paling setia, walaupun sekarang jaraaaaaaang banget bisa makan siang ama dia.

Beberapa orang bilang dia ganteng, bahkan ada yang menyangka kalau dia itu model nya Louboutin yang di Hong Kong. Sayangnya, sama seperti Bapak, kegantengan Tuan Muda sirna sudaaaah saat kita tahu kelakuan asli nya. Mungkin ini semacam adzab illahi, bahwa pria-pria dari kampung si Tuan Muda dan Bapak Boss ditakdirkan untuk ganteng cuma kelakuan minus.

Demikian sekilas mengenai Tuan Muda, di posting berikut nya mungkin akan lebih banyak lagi cerita tentang dia karena walaupun dia nyebelin, dia itu BFF sayaaaaa di kantor :-D Oh yes, aku nya memang kelewat stupid karena punya BFF yang hobby nya nge bully aku. Haha.

Until then...


Vee




Minggu, 13 Oktober 2013

Introducing: Bapak Boss

Biar gak get lost waktu baca cerita-cerita ku berikut nya, ini ada short brief tentang beberapa pelaku utama yang menyebabkan aku jadi pengidap penyakit kejiwaan. Yang pertama adalah: Bapak Boss.

Bapak Boss ku adalah orang asli daerah dimana di kampung nya terdapat banyaaaaaaak sekali hewan panda. Seorang insinyur tekhnik mesin yang end up berkecimpung di dunia komunikasi dan branding dengan belajar secara otodidak. Umurnya masih muda, cuma beda 6 tahun dari aku. Urusan prestasi, kurang lebih sebelas dua belas lah kami berdua. Sama-sama mantan jet setter yang kehidupannya banyak di pesawat dan bandara. Satu achievement dia yang belum bisa aku surpass adalah dia sudah punya jodoh dan anaknya dua. Soon lah mudah-mudahan aku bisa ikut meraih prestasi tersebut.

Pertama kali kenal sama Bapak Boss sekitar 7 bulan lalu waktu dia interview aku untuk job post yang aku miliki sekarang. Kesan pertama: Bapak Boss ganteeeeeeng!! Sempet hampir mau khilaf sebelum akhirnya reality hits hard. Kelakuan dia gak seganteng muka nya *sighs* Tiga hari setelah aku mulai bekerja, dia ninggalin aku untuk pergi ke negara lain dimana waktu itu dia masih menjabat sebagai Brand Director untuk wilayah itu. Dan saat itulah saya mulai merasakan pesona Bapak Boss mulai jauh memudar.

Pada saat itu beliau sudah mulai menunjukkan gejala possesive dimana kalau aku tidak menjawab text dia dalam waktu 45 detik, maka ia akan memborbardir layar conversation kami dengan text semacam: ARE U THERE?? dan WHY DON'T U ANSWER?. Lalu juga dia tidak akan membiarkan aku tidur kalau waktu belum menunjukkan pukul 3 pagi karena biasanya justru jam segitu dia sedang aktif-aktif nya meneror saya dengan email dan text messages yang berhubungan dengan pekerjaan.

Bapak Boss dengan kemeja favoritnya
yang bikin aku pengen nyanyi twinkle twinkle
little star setiap lihat dia :-D

Sebetulnya Bapak Boss ku itu orang nya baiiiiiik bangeeeeet. Dia kalau udah sayang sama orang, pasti apapun dilakukan untuk orang yang disayangnya. Cuma ya itu, kalau kerja professional banget. Gak kenal gender dan dia selalu menganggap setiap orang bisa berpikir sama seperti dirinya. Jadinya jatuhnya dia itu kelihatan seperti orang yang kebangetan keukeuh dan tambeng. Hehe.

Perlahan tapi pasti, aku sih udah mulai sangat catch up dengan ritme kerja si Bapak. Tetapi, aku ini cuma manusia biasa yang penuh banyak cela dan dosa. Haha. Kadang suka emosi jiwa dan gak sabaran sama ulah si Bapak. Dia kalau kasih pressure seenak udel, gak pake mikir. Itu yang bikin emosi aku gak pernah stabil, dan hebatnya kalau aku lagi galau gara-gara semua requests dia yang suka ndak masuk akal... dia nya gak pernah sadar. Haha. Sebagai karyawan yang baik, aku hanya bisa pasrah dan berdoa semoga Bapak Boss cepat diberi hidayah untuk kembali ke jalan yang benar :-D

In this blog, bakal banyak banget share tentang beliau. Bisa dipastikan 90% dari sindrom depresi aku awal mulanya dari dia, jadi pasti aku akan butuh vent out semua perasaan yang aku rasakan terhadap dia. Semua marah, kesel, eneg, dan gondok yang aku rasain di masa-masa si Bapak lagi nyebelin ^^

Gotta back to work ~ Besok aku sambung dengan profile nya satu orang lagi kontributor dalam depresiku, si Tuan Muda.

Until later ^^

Vee
© It's a Sane Corner!! 2012 | Blogger Template by Enny Law - Ngetik Dot Com - Nulis