Tampilkan postingan dengan label Office works. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Office works. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Agustus 2014

(Let's) Go International!

Fiuuuh.... it's been ages since my last post. Baru ada waktu lagi buat nulis blog, karena baru kepikiran tadi pagi. Pak Boss lagi gak ada, biasanya aku suka strolling around website yang gak penting kalau dia gak ada. Dan aku pun berakhir di blog ku sendiri :-D  Post terakhir adalah tentang announcement giveaway yang ber-ending kacau. Hahahaha. Bener-bener deh, gak lagi bikin giveaway (padahal banyak banget items yang mau aku kasih orang, termasuk tumpukan 'sampahan' Kpop items dengan tanda tangan dari jaman aku masih di Korea dahulu kala). Ada ide harus disumbang ke mana?

Waktu ku yang terbatas banget jadi boundaries untuk berbuat baik sama orang. Gak usah berbuat baik sama orang lain, sama orang tua juga jadi gak bisa full berbakti :-( Baru landing kemarin siang dari Singapore, bela-belain begitu landing langsung pulang ke Bogor. Sampe di rumah Bogor, satu jam kemudian minta anterin balik ke Jakarta sama adik ipar karena hari ini ada janji meeting pagi. Nyusahin orang malah. Hahaha.

Life has been good though, despite of the business and everything. I felt so rewarded. Harus mengingatkan diri untuk less complaining dan mensyukuri apa yang aku punya saat ini. Gak banyak orang bisa merasakan nikmat yang aku rasakan ~ good foods yang bikin aku tambah gendut aja (mostly are free), good friends, greatest family ever, some new additional hand bag(s), new projects... and even the latest project would be my debut to go international. Hahaha. Ada kemungkinan di project berikutnya aku akan in touch with Hollywood celebs. Ah, akhirnyaaaa ~ hanging out with Indonesian and Korean celebs is awesome, but Hollywood stars would be AMAZING!

Project nya memang masih belum final dan kemungkinan minggu-minggu ini baru akan di finalisasi. Tapi karena norak, jadinya persiapan untuk ketemu celeb dari Hollywood ini sudah aku lakukan dari sekarang. Mulai sortir baju, tas, dan mulai kepikiran untuk kembali kayak di Korea dulu... dari subuh udah bangun untuk dandan padahal meetingnya baru pas lunch :-D Kalau sama celebs di Indonesia dan Korea yang udah jadi teman, gak pernah kepikiran lagi mau dandan. Pernah malah ketemuan pas baru bangun bobo siang di hari Sabtu. Rambut masih acak-acakan, gak dandan, ketemuan di parkiran buat ambil file photo dan gossip di mobil. Haha.

Hari Kamis nanti, mau berangkat lagi ke Singapore. Ada satu event dan mau finalisasi project go international ku. Semangat banget kali ini! Lupakan Boss Botak yang makin hari makin ngeselin. Pokoknya mau fokus sama project baru ini ;-)

Ah iya, today's my one and only Papa's birthday. Happy birthday, Papa. Stay healthy, don't fall ill, and wishing you a long life (also with Mumsky) so you can witness how all your hardship in raising a difficult daughter like me will be finally paid off. My Papa gotta see me being a successful lady and also help me raise my daughters (Not that I have daughters already, but I was told by fortune tellers in Myeongdong and Hongdae that I will have two daughters).



Until next post.... Vee signs out.

Sabtu, 08 Februari 2014

Semakin hari, semakin gila

So, kayaknya selama aku di Singapore, boleh ya curhat tiap hari? Ini curiga ya aku bakalan gila beneran dan langsung check in di rumah sakit jiwa begitu sampai di Jakarta.

Jadi begini saudara-saudara, sebetulnya aku cuma merencanakan tinggal di Singapore sampai hari Minggu besok… tapi guess what? Saya harus tinggal lebih lama di negara residence nya Merlion ini. Well, Bapak Boss sih gak secara langsung nyuruh aku tinggal lebih lama disini… tetapi, dengan perkataan dia yang nyuruh aku bilang "Go to hell!!!!" ke agency yang tadi nya mau kerja sama dengan perusahaan kita, udah pasti ini sih bakal extend lama banget. Dua minggu Sepuluh hari lagi mau launching, kagak punya agency partner, terusnya undangan buat media yang akan di bawa ke acara launching belum jelas karena ndak tau media mana yang mau diundang. Mateng kepala...

Sumpah, lumayan stress aku… ada beberapa faktor yang bikin stress nya kali ini agak unyu-unyu gimanaaaaa gitchu:
  1.  Di Jakarta lagi running massive campaign. Gak tenang ninggalin sama subordinates, ngeri ada crisis dan gak bisa langsung ke handle
  2. Next week ada community activity, agak massive juga and invest gede disitu. Hati was was selalu kalau inget materi belum 100% finished
  3. Saya ndak kenal satupun media dari genre yang diinginkan Bapak Boss di Singapore!!! Cuma punya waktu 1 weekend untuk approach mereka dan atur meeting dengan Bapak Boss Botak (I will introduce you later to him later) supaya dia bisa undang mereka personally ke acara launch kita
  4. Aku cuma bawa baju 4 set, which means pakaian itu cuma bisa bertahan sampai Minggu siang!
  5. Stok celana dalam ku cuma bisa bertahan sampai hari Minggu!!!!!!
  6. Ini Singapore, Jendral! Duit gaji saya satu bulan bisa abis sekejab disini, bisa kagak jadi nonton Il Divo bulan depan akunyaaaaaaaaa!!! 
Untuk point no 6 sih masih bisa diatur, selama kagak ada meeting di mall atau tempat dimana aku bisa ngiler sama tas, dompet, sepatu, dan perfume. Karena dari kemarin kerja heboh, aku lumayan hemat. Baru keluar duit 7 SGD buat beli minum di 7-Eleven. Haha.

Hari ini anaknya CEO datang, bersama wanita yang diaku istri oleh Bapak Boss Botak. Entertain satu anak kecil dan satu wanita dewasa… masha oloh. Mending kerja rodi di kantor sampai pagi!

Alhamdulillah nya, besok bisa libur sejenak. Mau nonton bioskop sama calon mantan selingkuhan… walaupun sebetulnya masih dalam context kerja karena nonton bioskop nya dalam rangka analisa placement apa yang kita bisa lakukan didalam bioskop *nangis darah*

Ya sudahlah, sampai nanti semuanyaaaa…

Vee

Rabu, 15 Januari 2014

Is it a promotion?

Beberapa hari lalu, Bapak Boss came to me. Lucu deh… ngomong bisik-bisik kayak maling yang ketakutan ke-gap. Aku kira dia mau pecat aku. Hahahaha. Tapi yang terjadi adalah, dia nanya satu pertanyaan: "Situ mau gak handle kantor yang Singapore sekalian? Tapi kerjaanmu disini tetep".

Response pertama ku adalah bengong. Aku bilang sama dia ya udah, aku bisa coba. Eh terus dia nyengir dan cuuusss pergi ke erpot karena dia mau pergi meeting di Singapore.

Masih ngambang-ngambang gak ngerti apa yang Bapak Boss omongin, aku telepon Mumsky. Aku bilang ama Mumsky kayaknya aku bakal sering ke S'pore karena disuruh handle kantor S'pore juga, eh terus si Mumsky yang heboh congratulating me and gak berenti-berenti bilang alhamdulillah. Maaaan ~ sumpah waktu itu aku bingung banget. Yang aku rasain waktu itu adalah: ini si Emak kenapa anaknya ditambahin kerjaan dia malah girang? Udah gak sayang lagi nih kayaknyaaaaa…

Eh, terus pas lagi bobo siang di kantor, Bapak Boss kirim text message. Isinya bilang thanks karena aku udah mau terima tantangan dia, dan aku officially part of Singapore team tapi masih jadi bagian dari Indonesia team juga. Dan dia mention juga kalau ada kenaikan gaji 30% per bulan depan karena aku join di team S'pore. Hahaha. Baru deh ngeh kalau bisa dibilang ini part of promotion. Yay!! Talk to me in money language then I understand that me doing another country team's work is a very good thing. Hahaha.

International exposure, new challenges, new experiences to be gained… and a lil more money to be saved for my Vera Wang wedding dress. No wonder Mumsky said Alhamdulillah. It's a good thing, really. Can't thank God (and Boss) enough for this ^^

Until then,

Vee

Selasa, 10 Desember 2013

When me start to becoming my boss...

Jadi agak depresi karena sekarang saya kayak Bapak Boss
A quick writing tentang bagaimana teori bahwa kita bisa menyerupai orang whom we spend our most of the times with. Saya bisa dikategorikan sebagai bukti hidup dari teori tersebut.

Aku gak pernah sadar kalau aku mulai berubah seperti Bapak Boss, walaupun udah sekitar 2000 orang bilang demikian. Aku gak pernah ngeh kalau aku mulai seperti Bapak Boss pada saat team mates aku ngomongin aku behind my back *curcol*. Baru sadar dan ngeh kalau aku semakin serupa dengan Bapak Boss dalam hal tingkah laku pada saat weekend kemarin pergi potong rambut.

Aku pergi potong rambut ke salon danseperti biasa, sebelum dimulai ritual potong rambut, si appointed stylist akan nanya ini itu ke aku supaya dia bisa create satu look yang memang sesuai keinginan kita. Ibaratkan saja proses ini adalah proses brief dari client ke agency yang akan membantu mewujudkan objective si client pada satu project tertentu.

Pada saat proses yang harus nya intim dan hangat dengan si stylist, aku malah acted like a cold biatch dengan mentahin semua ide si mbak stylist. Dia kasih suggest ini, aku bilang terlalu casual. Dia kasih suggest itu, aku bilang terlalu common. It slipped out of my mouth when I told her: "Think out of the box dong, Mbak. I wanna be different…". She was so shocked, and honestly… so was I.

At that very second, aku baru menyadari bahwa perlahan tapi pasti saya sudah berubah menjadi versi perempuan dari Bapak Boss! 

Gak berenti sampai disitu sih. Belum hilang shock ku karena menyadari kalau I have started to become like my Boss, ada staff dari salon yang akan cuci rambut aku. Dia analisa rambut aku untuk menentukan jenis shampoo dan treatment yang paling cocok dengan kondisi kulit kepala aku. Setelah pegang-pegang kepalaku dan tanya-tanya beberapa pertanyaan, dia akhirnya memberikan diagnosa nya. Dia kasih jenis shampoo yang akan dipakai and conditioner mana yang akan dipakaikan ke aku.

Instead of bilang yes, yang aku lakukan adalah: "Rambut saya gak berminyak yang kayak Mas bilang kok, coba deh dianalisa lagi. Apa buktinya Mas bilang rambut saya berminyak?". Si staff yang bertugas mencuci rambut itu pun kembali menjelaskan dari awal dan dia harus melakukan beberapa demonstrasi yang memang menunjukkan kulit kepalaku memang berminyak. Setelah itu, aku baru percaya dan nyerah sama suggest si Mas nya untuk menggunakan shampoo dan conditioner yang dia sarankan.

It takes less than a year spending at least 10 hours a day with him to become like him! Apa kabar akuuuuu pas nanti tepat setahun jadi kacung dia? Huhuhuhu. Ada sisi baiknya memang, tapi semoga ndak banyak yang benci aku since I can feel like each day I become more like him…

Baiklah… aku mau meratapi nasib dulu. Until then…

Vee

Selasa, 26 November 2013

Bapak Boss oh Bapak Boss

Kenapa dirimu sangat moody?
Kenapa mood kita gak pernah matching?
Kenapa kalau saya lagi happy, kamu malah grumpy?
Kenapa oh kenapa…

Kenapa kamu selalu membuat saya insecure?
Kenapa saya selalu dibuat kayak saya banyak dosa sama kamu?
Kenapa kamu terkadang bikin saya merasa kalau saya bego banget?
Kenapa oh kenapa…

Bapak Boss…
Janganlah suka stress sendiri
Kalau kamu stress, janganlah stress itu dibagi-bagi

Bapak Boss…
Saya senang kerja
Tapi kalau kamu grumpy, saya mana bisa happy?

Bapak Boss…
Saya izin ke rooftop bukan karena sakit perut
Tapi saya depresi, karena kamu nya jarang happy

Bapak Boss…
Pagi-pagi jangan suka ketus, nanti cepat mati
Semoga kita awet jadi teammate di kantor ini


© It's a Sane Corner!! 2012 | Blogger Template by Enny Law - Ngetik Dot Com - Nulis